Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Articles
Published: 2016-12-27

Analisis kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri berdasarkan taksonomi Bloom dan alternatif pemecahannya

Universitas Widya Dharma
Kesulitan geometri Taksonomi bloom Soal geometri

Galleys

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri berdasarkan Taksonomi Bloom dan alternatif pemecahannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Peneliti mengambil tiga subjek untuk diwawancarai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat jenis kesulitan yaitu: 1). Pada tingkat pemahaman, mahasiswa kesulitan memahami konsep tinggi dan alas jajargenjang. Alternatif pemecahannya dengan menggunakan model penilaian Assessment for Learning (AfL); 2). Pada tingkat penerapan, mahasiswa kesulitan menerapkan konsep kesebangunan bangun datar untuk menyelesaikan soal. Alternatif pemecahannya dengan model penilaian Assessment for Learning (AfL); 3). Pada tingkat analisis, mahasiswa kesulitan membuktikan rumus luas daerah segitiga dengan menggunakan pendekatan luas daerah jajargenjang. Alternatif penyelesaiannya dengan pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL); 4). Pada tingkat evaluasi, mahasiswa kesulitan dalam memberikan penilaian terhadap suatu permasalahan disertai dengan alasan yang logis. Alternatif pemecahannya adalah dengan pembelajaran yang menggunakan model penilaian peer-assesment.

[English]: This study aims to diagnose undergraduate student’s difficulties in solving geometry problems based on Bloom's Taxonomy and find alternative solutions. This study is a descriptive study using qualitative approach. Data collection is conducted through test and interview. The subject of this study is 3 students. There are four difficulties found in this study, they are: 1). At the level of comprehension, the students are difficult to comprehend the concept of height and length of parallelogram. The alternative solution is to apply Assessment for Learning (AfL) model; 2). At the application level, the students have difficulty in applying the congruency concept of plane to solve the problem. The alternative solution is Assessment for Learning (AfL) model; 3). At the level of analysis, the students have difficulty in proving the formula of area of a triangle using parallelogram area. The alternative solution is to apply Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL); 4.) At the evaluation level, the students have difficulty in providing assessment of a problem with a logical reason. The alternative solution is to use peer-assessment model of learning.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussakir. (2009). Pembelajaran geometri sesuai Teori van Hiele. Jurnal Kependidikan dan Keagamaan, 7/2. Diakses di http://abdussakir.wordpress.com/2011/02/09/pembelajaran-geometri-sesuai-teori-van-hiele-lengkap/. ISSN: 1693-1499.
Ako. W. W. (2012). Assessement matters: Self-assessment and peer assessment. Teaching Development, The University of Waikato.
Anderson, L. W.& Krathwohl, D. R. (2001). Taxonomy for learning, teaching and assessing: a revision of Bloom's taxonomy of educationalobjectives. New York: Longman.
Budiyono. (2015). Pengantar penilaian hasil belajar. Surakarta: UNS PRESS.
Chukwuyenum, A. N. & Adeleye.(2013). Impact of peer assessment on performance in mathematics among senior secondary school students in Delta State, Nigeria.Journal of Emerging Trends in Educational Research and Policy Studies (JETERAPS). 4/5, 719-725. ISSN: 2141-6990. Diakses di http://jeteraps.scholarlinkresearch.com/articles/Impact%20of%20Peer%20Assessment.pdf
Flórez, M. T. & Sammons, P. (2013). Assessment for Learning: Effect and impact. Oxford University Department of Education.
Imswatama, A. & Muhassanah, N. (2015). Analisis kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri analitik bidang materi garis dan lingkaran. Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematika UNY 2015. Universitas Negeri Yogyakarta-Yogyakarta, 41-48.
Isabwe, G. M. N., Reichert, F., Carlsen, M., & Lian, T. A. (2014).Using assessment for learning mathematics with mobile tablet based solutions. International Journal of Emerging Technologies in Learning, 9/2, 29-36.ISSN: 1863-0383.Diakses di:http://online-journals.org/index.php/i-jet/article/view/3219.
Mansyur. (2011). Pengembangan model assessment for learning pada pembelajaran matematika di SMP. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 151/, 71-91.Diakses di: http://journal.uny.ac.id/index.php/jpep/article/download/1088/1140.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Piaget, J. (2002). The principles of genetic epistemology. London and New York: ROUTLEDGE.
Process Oriented Guided Inquiry Learning (2012). Diakses di http://www.pogil.org.
Radita, N. (2015). Diagnosis Kesulitan mahasiswa pada mata kuliah geometri analitik berdasarkan taksonomi Bloom dan pelaksanaan scaffolding-nya (Master Thesis). Diakses di: http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/42700.
Rosidah. (2013). Keefektifan pembelajaran POGIL berbantuan LKPD terhadap kemampuan pemecahan masalah materi pokok peluang. Jurnal Kreano. 4/1, 73-79. ISSN: 2086-2334. Diakses di: http://lib.unnes.ac.id/18712/1/4101408103.pdf
Suprijono, A. (2013). Cooperative learning: teori & aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yuliani & Sumardi. (2015). Kesulitan melukis, memahami lingkaran dalam dan luar segitiga pada mahasiswa semester 1 pendidikan matematika. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UMS 2015. Universitas Muhammadiyah Surakarta-Surakarta, 172-178.

How to Cite

Yuwono, M. R. (2016). Analisis kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri berdasarkan taksonomi Bloom dan alternatif pemecahannya. Beta: Jurnal Tadris Matematika, 9(2), 111–133. https://doi.org/10.20414/betajtm.v9i2.7