Abstract

Memiliki kemampuan berpikir kritis adalah sebuah proses. Keberhasilan sebuah model belajar dalam membangun kemampuan dan keterampilan berpikir kritis harus mengikuti proses dan langkah-langkah sistematik bermula dari stimulus berupa materi ajar yang dirancang sesuai tingkatan pengetahuan dan kemampuan siswa melalui strategi pembelajaran yang tepat, dan lingkungan belajar yang mampu memberikan stimulus yang mendukung proses pembentukan dan peningkatan kemampuan berpikir anak. Proses dan hasil ini akan diukur melalui kemampuan kognitif pada level kemampuan berpikir yang koheren dengan sikap atau tindakan secara afektif maupun psikomotorik