open access

Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Model Wallas

  • Agus Purnama Sari Universitas Syiah Kuala
  • M Ikhsan Universitas Syiah Kuala
  • Saminan Saminan Universitas Syiah Kuala

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract = 91 times | PDF (Bahasa Indonesia) = 167 times

Abstract

[Bahasa]: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan model Wallas (1926). Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa kelas VII, masing-masing dua siswa memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa kategori tinggi yaitu siswa memahami permasalahan dan informasi yang diberikan dengan menuliskan apa yang diketahui maupun yang ditanyakan (persiapan), siswa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memikirkan solusi dari permasalahan yang dihadapi dengan mengingat soal yang sudah diajarkan (inkubasi), siswa mendapatkan ide untuk memecahkan masalah (Iluminasi), dan siswa menguji ide dan memeriksa kembali pemecahan masalah sebelum mengambil kesimpulan yang tepat (verifikasi). Proses berpikir kreatif siswa kategori sedang yaitu siswa mencoba untuk memahami permasalahan akan tetapi kurang memahami informasi atau petunjuk yang diberikan (persiapan), siswa diam megingat kembali rumus yang digunakan untuk memecahkan masalah (Inkubasi), siswa menghasilkan ide berdasarkan pemahamannya terhadap soal untuk memecahkan masalah (Iluminasi), dan siswa menguji ide dihasilkan dan tidak memeriksa kembali proses pemecahan masalah (verifikasi). Proses berpikir kreatif siswa kategori rendah yaitu siswa tidak memahami permasalahan dan informasi yang diberikan (persiapan), siswa membutuhkan waktu yang lama untuk memikirkan solusi dari permasalahan (Inkubasi), siswa gagal dalam menemukan ide untuk memecahkan permasalahan (Iluminasi), dan siswa menguji ide yang dihasilkan dan tidak memeriksa kembali jawaban yang telah diujikan (verifikasi).


Kata kunci: Berpikir Kreatif; Model Wallas; Pemecahan Masalah; Kemampuan Siswa


 [English]: This qualitative research aims at getting insight on students’ creative thinking in solving mathematics problems based on Wallas’ model (1926). The subjects are six students in 7th grade, each two students respectively have high, medium and low mathematics ability.  Data is collected through test and interview. This research shows that the students in high category can understand the problem and given information by writing what is known and asked (preparation), can easily think the solution of the problem by remembering the previous problem (incubation), get the ideas to solve the problem (illumination), and examine the ideas and re-check the solution before drawing the proper conclusion (verification). The students in medium category try to understand the problem but they are less in understanding the given information or hint (preparation), remember the formula to solve the problem (incubation), generate the ideas from their understanding to solve the problem (illumination), and examine the ideas and do not check the solution again (verification). For students in low category, they do not understand the problem and the given information (preparation), have a while to think the solution (incubation), fail to find any ideas to solve the problem (illumination), and examine the generated ideas and do not re-check the solution (verification).    


Keywords: Creative Thinking; Walla’s Model; Problem Solving; Students’Ability

How to Cite
SARI, Agus Purnama; IKHSAN, M; SAMINAN, Saminan. Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Model Wallas. Beta Jurnal Tadris Matematika, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 18-32, may 2017. ISSN 2541-0458. Available at: <http://jurnalbeta.ac.id/index.php/betaJTM/article/view/102>. Date accessed: 23 oct. 2017. doi: http://dx.doi.org/10.20414/betajtm.v10i1.102.
Received 2017-04-05
Accepted 2017-05-29
Published 2017-05-31